Buaya Sering Menampakkan Diri, Warga Bantaran Sungai Dumai Diminta Waspada

Selasa, 24 Februari 2026 | 18:16:27 WIB
Foto: Istimewa

DUMAI – Penampakan seekor buaya di perairan Sungai Dumai, tepatnya di RT 23 Jalan Anggur, Kelurahan Rimba Sekampung, membuat warga sekitar waspada. Pemerintah pun langsung mengeluarkan imbauan agar masyarakat tidak beraktivitas di bantaran sungai.

Camat Dumai Kota Tami Ardynata memperingatkan warga di sekitaran alur Sungai Dumai agar berhati hati resiko kehadiran Buaya yang kerap menampakkan diri.

Hal ini disampaikan Tami menyusul penampakan seekor buaya oleh warga RT 23 Jalan Anggur Kelurahan Rimba Sekampung Dumai di perairan Sungai Dumai, pada Selasa (24/2).

"Benar, kami menerima laporan dari warga terkait penampakan buaya di Sungai Dumai, kawasan Rimba Sekampung RT 23 Jalan Anggur," katanya kepada wartawan, Selasa.

Tami mengimbau masyarakat yang bermukim di bantaran Sungai Dumai agar meningkatkan kewaspadaan, terlebih saat ini kondisi banjir rob sedang melanda Kota Dumai sehingga debit dan luapan air sungai meningkat.

"Kami mengingatkan warga untuk berhati-hati, apalagi sekarang sedang banjir rob. Kondisi ini bisa meningkatkan risiko," tegasnya.

Ia secara khusus meminta para orangtua agar lebih mengawasi anak-anaknya dan melarang mereka bermain di bibir sungai, terlebih melakukan aktivitas berenang yang sangat berbahaya.

Sebagai langkah antisipasi, pemerintah kecamatan bersama kelurahan telah memasang plang imbauan di sejumlah titik rawan di sekitar lokasi penampakan buaya, berisi larangan berenang maupun beraktivitas di kawasan tersebut.

Tami mengungkap bahwa pihaknya telah melaporkan kejadian penampakan buaya ini kepada instansi terkait agar dapat segera ditindaklanjuti sesuai prosedur.

Sementara, Kambali warga Rimba Sekampung mengaku bahwa penampakan buaya memang sudah sering, dan warga sekitar lebih waspada jika banjir rob melanda.

"Dulu anak anak sering berenang dan bermain di Sungai Kawasan Rimba Sekampung, tapi sejak kemunculan buaya, udah gak ada lagi, Kami juga melarang karena takut nanti ditarik buaya," kata Kambali.***

Tags

Terkini