Waspada Bencana! Kilang Pertamina Dumai Turun Tangan Perkuat Kesiapsiagaan Warga Pesisir

Waspada Bencana! Kilang Pertamina Dumai Turun Tangan Perkuat Kesiapsiagaan Warga Pesisir
Foto: Istimewa

DUMAI —Sebagai bentuk kepedulian dan komitmen dalam mendukung upaya mitigasi serta kesiapsiagaan bencana di Kota Dumai, Kilang Pertamina Dumai menyelenggarakan Pelatihan Tanggap Bencana Pesisir Kelompok Mugana (Mundam Tanggap Bencana), Rabu (15/1). Kegiatan ini bertujuan meningkatkan kesiapsiagaan masyarakat pesisir dalam menghadapi potensi bencana di wilayah pesisir Kota Dumai. Kegiatan ini turut melibatkan BPBD Kota Dumai sebagai pemateri pelatihan.

Pelatihan yang berlangsung di Aula Kantor Kelurahan Mundam ini diikuti oleh Masyarakat Peduli Api (MPA) Kelurahan Mundam dan Kelurahan Tanjung Palas. Peserta dibekali pemahaman dasar kebencanaan, langkah kesiapsiagaan pada tahap pra-bencana, saat bencana terjadi, hingga pasca-bencana, serta peran masyarakat dalam upaya penanggulangan bencana.

Area Manager Communication, Relations, & CSR Kilang Pertamina Dumai Agustiawan mengatakan pelatihan ini digelar untuk membekali sekaligus menguatkan kapasitas masyarakat dalam menghadapi segala potensi bencana. Selain itu, pelatihan ini juga selaras dengan program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) Kilang Pertamina Dumai yang juga  berfokus pada pemberdayaan masyarakat dan wilayah pesisir, yaitu program Serumpun Paman Bahri.

“Kami menyadari Kota Dumai ini memiliki berbagai potensi bencana seperti karhutla dan abrasi. Karena itu, pelatihan ini kami tujukan kepada masyarakat, khususnya kelompok MPA sekaligus pemerintah kelurahan untuk kita bisa saling menguatkan dalam upaya mitigasi bencana, sehingga potensi-potensi risiko bisa diminimalisir,” ujar Agustiawan.

Ia menambahkan, pelatihan ini juga menjadi wujud nyata dukungan Kilang Pertamina Dumai dalam kolaborasi penanggulangan bencana. “Ini adalah bentuk nyata komitmen kami tidak hanya menjaga rantai pasok energi, tapi juga memberi manfaat dan dampak positif lainnya yang selaras dengan kebutuhan masyarakat,“ kata dia.

Agustiawan juga berharap pemahaman yang diperoleh para peserta dapat disebarluaskan sehingga akan terbangun pemahaman yang sama dalam memahami hal tersebut.

Kegiatan tersebut turut dihadiri oleh perwakilan BPBD Kota Dumai Jumadi Junaidi, perwakilan Kecamatan Medang Kampai, Lurah Mundam Adi Aprianto, serta Lurah Tanjung Palas yang diwakili Sekretaris Lurah Hermawanto, S.Sos.

Jumadi selaku pemateri pelatihan memaparkan bahwa berdasarkan hasil kajian risiko bencana (KRB) Tahun 2024, Kota Dumai saat ini memiliki 7 potensi bencana yaitu kebakaran hutan dan lahan (Karhutla), Banjir dan banjir pesisir (rob), kegagalan teknologi, kekeringan, angin puting beliung dan cuaca ekstrem, gelombang tinggi dan abrasi, serta gempa bumi.

Ia juga menegaskan bahwa penanggulangan bencana memerlukan sinergi dan kolaborasi lima komponen utama, yaitu pemerintah, dunia usaha, masyarakat, akademisi, serta media massa. Selain itu,Jumadi turut memaparkan pentingnya Tas Siaga Bencana (TSB) sebagai bentuk kesiapan dan langkah antisipatif dalam menghadapi potensi bencana.

“Kami juga menghimbau kepada masyarakat untuk senantiasa menyiapkan tas siaga bencana. Isi tas siaga bencana berupa botol minuman, tempat makanan, dan juga obat-obatan P3K sebagai penolong awal saat kejadian bencana,” kata dia.

Terselenggaranya pelatihan ini turut mendapatkan apresiasi dari BPBD Kota Dumai dan pemerintah kelurahan Mundam dan Tanjung Palas. Lurah Mundam, Adi Aprianto mengucapkan rasa syukur dan terimakasih atas kegiatan pelatihan kesiapsiagaan bencana, khusunya di wilayah pesisir mundam yang diinisiasi oleh PT Kilang Pertamina Internasional RU II Dumai.

“Tentunya kegiatan ini sangat baik dan memberikan motivasi maupun dorongan kepada masyarakat yang berada di wilayah pesisir untuk lebih aktif dan terampil lagi dalam menghadapi bencana khusunya di kelurahan pesisir mundam,”  ujar Adi.

Senada, perwakilan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Dumai, Junaidi, turut menyampaikan apresiasinya. Ia menegaskan bahwa dalam penanggulangan bencana, pemerintah tidak dapat bekerja sendiri sehingga diperlukan kolaborasi bersama, baik dari dunia usaha maupun masyarakat. Ia juga berharap masyarakat dapat berperan aktif, mulai dari mengikuti penyuluhan dan simulasi hingga menjaga lingkungan sebagai bagian dari upaya pencegahan bencana.

Melalui kegiatan pelatihan tanggap bencana pesisir ini, Kilang Pertamina Dumai menegaskan perannya sebagai mitra masyarakat dalam menghadapi tantangan kebencanaan, menunjukkan komitmen sosial perusahaan, dan membangun ketangguhan lokal secara berkelanjutan. Inisiatif ini juga turut mendukug Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (Sustainable Development Goals/SDG’s), khususnya terkait poin kesebelas yaitu kota dan permukiman yang berkelanjutan (sustainable cities and communities)***

Rekomendasi

Index

Berita Lainnya

Index